Jakarta, ID – OMNI Cloud dan OMNI Data Center terus berupaya untuk memperkuat perspektif infrastruktur digital, termasuk layanan data center, di tengah perkembangan teknologi artificial intelligence (AI).

Perkembangan AI telah mendorong perubahan pada kebutuhan infrastruktur digital. Kapasitas komputasi, cloud, data center, dan konektivitas kini pun makin dituntut untuk bekerja secara terintegrasi guna mendukung berbagai workload berbasis AI.

Melihat perkembangan tersebut, OMNI Cloud dan OMNI Data Center terus memperkuat ekosistem infrastrukturnya. Salah satunya melalui penyelenggaraan ‘Morning Coffee with OMNI: Cloud & Data Center in AI Era‘ yang berlangsung di Batam pada 23 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi forum bagi pelaku industri, technology leaders, dan business stakeholders untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan infrastruktur digital serta kebutuhan teknologi di tengah meningkatnya adopsi AI.

“Acara ini menjadi forum diskusi yang mempertemukan pelaku industri, technology leaders, dan business stakeholders untuk bertukar perspektif mengenai perkembangan infrastruktur digital serta kebutuhan teknologi di tengah semakin berkembangnya AI,” ungkap juru bicara OMNI, dikutip InfoDigital.

Infrastruktur Cloud dan Data Center untuk AI Workload

Dalam acara tersebut, OMNI membahas kebutuhan infrastruktur yang semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan AI dalam berbagai aktivitas bisnis.

AI workload membutuhkan dukungan komputasi dan infrastruktur yang tidak hanya memiliki kapasitas memadai, tetapi juga fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan bisnis yang terus berubah.

OMNI Cloud membawa perspektif dari sisi infrastruktur cloud melalui positioning AI Edge Compute. Layanan tersebut didukung oleh sembilan Points of Presence (PoPs) yang tersebar di Indonesia, Singapura, dan Filipina.

Kehadiran PoPs di kawasan Asia Tenggara tersebut menjadi bagian dari dukungan OMNI terhadap kebutuhan komputasi dan konektivitas untuk berbagai workload modern, termasuk aplikasi dan kebutuhan berbasis AI.

Di sisi lain, OMNI Data Center menghadirkan pendekatan Edge AI Data Center & Connectivity Platform melalui fasilitas di Batam, yaitu OMNIDC-BTM1, serta Jakarta, OMNIDC-JKT1.

OMNI Data Center juga telah memperoleh sertifikasi Tier III dari Uptime Institute.

Sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa desain dan infrastruktur data center telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh lembaga tersebut.

Integrasikan Cloud, Data Center, Computing, dan Connectivity

Perkembangan AI membuat kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur digital mengalami perubahan.

Infrastruktur pun tidak lagi hanya dipandang sebagai penyedia kapasitas komputasi dan penyimpanan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan berbagai komponen teknologi.

Integrasi antara cloud, computing, data center, dan connectivity menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung workload modern.

Melalui OMNI Data Center, OMNI juga menyediakan infrastruktur interkoneksi melalui OMNIIX (Internet Exchange) serta layanan peering.

Infrastruktur tersebut mendukung kebutuhan konektivitas berbagai pihak dalam ekosistem digital, mulai dari perusahaan, internet service orovider (ISP), penyedia cloud, penyedia konten, hingga operator jaringan.

“Melalui acara tersebut, kami ingin berdiskusi bersama industri mengenai bagaimana kesiapan infrastruktur dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis,” ujar juru bicara OMNI.

Forum tersebut juga memberikan kesempatan bagi OMNI untuk berdialog langsung dengan pelanggan dan pemangku kepentingan industri mengenai kebutuhan konektivitas, penerapan infrastruktur, serta peluang kolaborasi dalam membangun ekosistem digital yang semakin terkoneksi.

Batam Jadi Bagian Penting Ekosistem Digital 

Batam kini telah menjadi salah satu wilayah yang semakin mendapat perhatian dalam perkembangan infrastruktur digital, termasuk data center, Indonesia.

Lokasinya yang berdekatan dengan Singapura serta perkembangan konektivitas digital menjadi sejumlah faktor yang mendukung pertumbuhan ekosistem data center di kawasan tersebut.

Pada Juli 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa industri data center di Batam tumbuh sekitar 22% secara year-on-year (YoY).

Angka tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri data center secara nasional yang berada di sekitar 19%.

Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh masuknya investasi pada sektor data center dan teknologi digital, serta peningkatan konektivitas yang menghubungkan Batam dengan pusat-pusat ekonomi digital regional.

Kondisi itu pun menjadikan Batam sebagai salah satu lokasi strategis dalam pengembangan infrastruktur digital, termasuk untuk mendukung kebutuhan komputasi dan konektivitas yang berkaitan dengan AI. (bdm)

 

Sumber: Infodigital.id