Perkembangan artificial intelligence (AI) mendorong perusahaan untuk mempersiapkan infrastruktur digital yang mampu mendukung workload yang semakin kompleks. Infrastruktur AI tidak hanya berkaitan dengan komputasi, tetapi juga integrasi cloud, data center, dan konektivitas.
Kebutuhan tersebut muncul seiring perkembangan industri data center di Indonesia, termasuk Batam. Pada Juli 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa industri data center di Batam tumbuh sekitar 22% secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri data center secara nasional yang berada di kisaran 19%.
Perkembangan data center di Batam turut didukung oleh lokasinya yang dekat dengan Singapura, peningkatan konektivitas digital, serta masuknya investasi pada infrastruktur data center dan teknologi digital.
Di tengah perkembangan tersebut, perusahaan tidak hanya menghadapi kebutuhan untuk mengadopsi AI. Mereka juga perlu mempersiapkan infrastruktur yang mampu mendukung workload AI dan kebutuhan komputasi yang semakin kompleks.
Integrasi cloud, computing, data center, dan konektivitas pun menjadi bagian dari kebutuhan tersebut.
Infrastruktur AI Tak Hanya Soal Kapasitas
Perubahan kebutuhan infrastruktur di era AI menjadi salah satu topik dalam Morning Coffee with OMNI: Cloud & Data Center in AI Era yang digelar OMNI Cloud dan OMNI Data Center di Batam pada 23 September 2026.

Forum tersebut mempertemukan pelaku industri, pemimpin teknologi, pemangku kepentingan bisnis, dan pelaku dalam ekosistem digital untuk membahas perkembangan infrastruktur dan kebutuhan teknologi di tengah perkembangan AI.
Oleh karena itu, kebutuhan infrastruktur digital tidak lagi hanya berkaitan dengan penyediaan kapasitas. Komputasi, cloud, data center, dan konektivitas perlu saling terhubung untuk mendukung kebutuhan workload modern.
Dari sisi cloud, OMNI Cloud membawa positioning AI Edge Compute. Perusahaan memiliki sembilan Points of Presence (PoP) di Asia Tenggara yang mencakup Indonesia, Singapura, dan Filipina.
Kehadiran regional tersebut mendukung kebutuhan infrastruktur dan konektivitas untuk berbagai workload modern, termasuk AI.
Workload tersebut membutuhkan sumber daya komputasi serta infrastruktur yang fleksibel dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, OMNI Data Center menghadirkan Edge AI Data Center & Connectivity Platform. Perusahaan memiliki fasilitas di Batam melalui OMNIDC-BTM1 dan Jakarta melalui OMNIDC-JKT1.
OMNI Data Center juga telah memperoleh sertifikasi Tier III dari Uptime Institute. Dalam rilis disebutkan, sertifikasi tersebut menunjukkan pemenuhan standar desain dan keandalan infrastruktur data center.
Menghubungkan Data Center dan Konektivitas
Selain menyediakan infrastruktur data center, OMNI Data Center memiliki OMNIIX atau Internet Exchange, layanan peering, serta interkoneksi.
Infrastruktur tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan interkoneksi dan konektivitas berbagai pelaku dalam ekosistem digital. Mereka mencakup perusahaan, Internet Service Providers (ISP), penyedia cloud, penyedia konten, dan operator jaringan.
Kehadiran OMNI Data Center di Batam dan Jakarta juga ditujukan untuk mendukung kebutuhan konektivitas dan interkoneksi di sejumlah titik dalam ekosistem digital Indonesia.
Melalui forum tersebut, OMNI juga membahas kesiapan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan bisnis.
Selain berbagi perspektif mengenai perkembangan infrastruktur digital, forum tersebut menjadi ruang bagi OMNI untuk berdialog dengan pelanggan dan pemangku kepentingan industri.
Pembahasannya mencakup penerapan infrastruktur, kebutuhan konektivitas, serta peluang kolaborasi dalam membangun ekosistem digital yang semakin terkoneksi di tengah perkembangan AI.